Jumat, 02 Maret 2012

PROFIL PONDOK TIDAR


معهد التربية الإسلامية الحديثة
PONDOK PESANTREN TIDAR
Alamat : Tidar Dudan Kel. Tidar Utara Kota Magelang 56125 Jawa Tengah Indonesia
Telp. (0293) 5586926, HP 0856 286 4511
 

       PROFIL
PONDOK PESANTREN TIDAR
TIDAR DUDAN KELURAHAN TIDAR UTARA
 KOTA MAGELANG

BAB 1.
KATA PENGANTAR

Pondok Pesantren  adalah sebuah lembaga pendidikan dan pengajaran ilmu pengetahuan khususnya pengetahuan Agama Islam yang sudah tumbuh dan berkembang di tengah-tengah tradisi bangsa Indonesia. Oleh karenanya dalam masa penjajahan, Pondok Pesantren  merupakan suatu benteng pertahanan yang memiliki peranan penting bagi perjuangan kemerdekaan bangsa. Dan hingga saat ini eksistensi Pondok Pesantren masih terus di pertahankan dan bahkan dikembangkan agar dapat meningkatkan perannya dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa dan mencetak generasi penerus pejuang yang berbudi tinggi dan berahlaqul karimah.  Kemampuan yang dimiliki Pondok Pesantren  bukan saja dalam pembinaan pribadi muslim, tapi juga  berusaha mengadakan perubahan dan perbaikan social dan masyarakat.
 
Demikian juga Pondok Pesantren Tidar ini berdiri atas cita-cita dari sang Pendiri KH. Musyarofi Zarkasyi yang diawali dengan mendirikan PMT ( Pengajian Mengaji Tidar ) di Kampung Malangan Kel. Tidar kec. Magelang Selatan Kota Magelang pada tahun 1980 M , setelah di Malangan berjalan dengan baik maka KH. Musyarofi mengembangkan sayap perjuangannya  menegakkan kalimah Alloh dalam dunia pendidikan adalah dengan mengajar di kampung Tidar Dudan  sebagaimana cita-cita beliau semasa nyantri di Pondok Pabelan Kabupaten Magelang, walaupun di kampung Tidar Dudan ini untuk mewujudkan cita-cita beliau tidaklah  mudah namun dengan niat dalam hati dan tekad yang sangat kuat juga dengan mempunyai 2 prinsip : pertama berani memulai yang kedua adalah mencintai pekerjaan tersebut. maka terwujudlah cita-cita beliau untuk mendirikan Pondok Pesantren Tidar. Yang dideklarasikan pada hari senin tanggal 12 Desember 1983 M 
Dari tahun ke tahun Pondok Pesantren  terus meningkatkan usahanya, terlebih lagi sangatlah memperhatikan Pendidikan Agama bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah maka dari itu sejak beberapa tahun yang lalu kami berusaha menangani pendidikan anak-anak yang menjadi lahan beramal bagi kita, selain anak-anak yatim juga ada  anak-anak dzuafa’ dan anak - anak terlantar  dan Alhamdulillah sedikit banyak  telah menunjukkan hasilnya yang tersebar dimana-mana di berbagai sektor kehidupan masyarakat.




BAB II.
HALAMAN ISI

II.1. SEJARAH BERDIRINYA
Disaat-saat menjelang kemerdekaan Republik Indonesia , kurang lebih tahun 1935 di Kampung Tidar Dudan ada seorang kiyai yang mempunyai karisma besar, beliau adalah seorang keturunan dari Candi Mulyo dengan nama panggilan Pak Yoso. Adapun setelah beliau belajar ilmu Agama di Sambung (tempat belajar Agama) sehingga dia mendapat ijazah BADAL dari kyai Sambung, Kemudian beliau diberi nama K. Muhammad ‘Aloewi.
Sepulang dari Sambung (tempat mengaji), beliau mengembangkan ilmu Agamanya di kampung Tidar Dudan. Disitulah K. Muhammad ‘Aloewi mengajarkan ilmu agamanya dan membuat langgar (tempat ibadah) yang besar bisa mampu untuk menampung masyarakat yang hendak menjalankan Sholat Jum’at.
Sedikit demi sedikit masyarakat mempunyai   keinginan juga untuk belajar ilmu agama walaupun masih dengan terpaksa karena merasa takut dengan ajakan dan oltimatum dari beliau K. Muhammad ‘Aloewi. Dalam asuhan beliau lama kelamaan makin banyak yang datang dari lain kelurahan untuk belajar dengan Kyai. Sehingga Langgar menjadi penuh sesak.
Namun sayang seribu sayang K. Muhammad ‘Aloewi tidak diberi usia panjang, kurang lebih 9 tahun beliau berkiprah dalam menegakkan kalimah Allah, beliau dipanggil Sang Ckoliq untuk menghadap-Nya . Beliau meninggalkan 1 (satu) orang Putra dan 4 (empat)orang putri. Kegiatan pengajian tersebut dilanjutkan oleh  Putranya yang bernama Mudakkir yang telah lulus dari sekolah Al-Iman yang dipimpinan oleh Al-Ustadz Saghaf.
Setelah beberapa lama mengajar akhirnya Mudakkir dinikahkan oleh ibunya atas amanah dari Alm. Sang Bapak dengan gadis dari kota, yang bernama Mukhibah Putri dari KH. Ahmad Sayuthi yang bertempat di Paten Gunung kota Magelang. Akhirnya Mudakkir muda digantikan namanya oleh KH. Ahmad Sayuthi dengan nama Mochamad Zarkasyi.
Karena keadaan yang sangat kacau ditahun 1944 maka kegiatan mengaji agama di Kampung Tidar Dudan itu menjadi tidak stabil. Terlebih lagi saat perang Revolusi kemerdekaan. Maka kegiatan Kerochanian ini terhenti total karena penduduk kampung mencurahkan seluruh tenaga dan fikirannya untuk merebut Kemerdekaan RI. Mulai saat itulah kegiatan mengaji ini menjadi Vacum. Moch. Zarkasyi menantu dari KH. Achmad Sayuthi itu pindah rumah menjadi satu gabung dengan keluarga di Paten Gunung .
Dari hasil pernikahan beliau berdua mendapat keturunan 2 (dua) orang putra dan 2(dua) orang putri. Dari keinginan beliau untuk tetap ada yang bisa melanjutkan ilmu agama  maka beliau memberikan pendidikan  kedua putranya itu dengan menyekolahkan  ke tempat lembaga pendidikan agama di Pondok Gontor, namun putra yang kecilnya yang bernama Musyarofi masih terlalu kecil maka dipindahkan di Pondok Pabelan yang berlokasi masih tergolong dekat dengan kota Magelang, dalam asuhan Kyai Hamam Dja’far alumni dari Pondok Modern Gontor. Sedang kakaknya yang bernama Muhtarom  sudah lulus dari SMP I kota Magelang tetap melanjutkan di Pondok Modern Gontor di tahun 1967. Setelah lulus dari PM Gontor beliau melanjutkan ke IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan akhirnya menjadi guru di Madrasah Aliyah Ngembik Magelang yang berstatus PNS DEPAG kota Magelang.
Adapun  Musyarofi setelah pulang dari tempat belajar dan pengabdian merasa terpanggil untuk berbuat dan menyadari hajat dari masyarakat khususnya umat Islam ada tercipta kader umat yang jujur dan cakap, maka di Kampung Malangan inilah dibinanya anak – anak dilingkungan rumah dan disekitarnya untuk belajar mengaji dengan diberi nama PMT (Pendidikan Mengaji Tidar) tepatnya tanggal 23 Maret 1980. Setelah berjalan 3(tiga) tahun maka ingin mengembangkan pendidikan ditempat kelahiranya yaitu di kampung Tidar Dudan karena yang berawal dari  melihat kondisi masyarakat di kampung Tidar Dudan Kelurahan Tidar Kecamatan Magelang Selatan yang masih sangat memprihatinkan karena kurangnya  dukungan  orang tua  dalam memperhatikan pendidikan anak terlebih lagi dalam pendidikan Agama Islam, maka untuk itu yang tadinya dari PMT ( Pendidikan Mengaji Tidar) dikembangkan dengan mendirikan Pondok Pesantren Tidar. Tepatnya tanggal 12 Desember 1983.
Alhamdulillah dengan keuletan dan kesabaran makin hari anak-anak makin bertambah sampai-sampai  Masuk melebihi kapasitas yang ada, maka Akhirnya Musyarofipun membutuhkan teman yang bisa untuk mendampingi perjuangannya menegakkan kalimah Allah melalui Pondok Pesantren, maka pada tanggal 10 September 1984 mempersunting gadis desa yang bernama Mulyati. Walaupun dengan keterbatasan nya dalam hal ilmu namun dia siap untuk bersama-sam berjuang Lii’lai kalimatilah  mendukung seuntuhnya dengan sepenuh jiwa dan raga, maka untuk itu terpanggilah hati kami untuk ikut serta dalam mengabdi ke masyarakat melalui Lembaga Pendidikan Islam, Mengingat pentingannya pendidikan Agama untuk anak
 Maka dengan berjalannya waktu terus berkembang dan dari satu persatu ada teman – teman yang terketuk hatinya ikut serta dalam mengajar walaupun tanpa ada ihsan  dari  kami mengingat pentingnya pendidikan agama untuk anak tersebut diatas maka dengan kemampuan yang sangat terbatas disela-sela kesibukannya mengelola tempat Usaha Mulyati minta izin ke  pada sang suami untuk mendirikan Taman Kanak-Kanak, pada tanggal 1 Agustus 1990 maka Terwujudlah impian dan cita – cita dari Hj. Mulyati berdirinya sebuah lembaga pendidikan Taman Kanak – Kanak dengan nama TK. BA Al-Kautsar, walaupun dengan modal yang sangat minim kami memberanikan diri untuk memberikan pembiayaan gratis kepada siswa baik dari iuran SPP maupun seragam dan dana –dana yang lain selama 4 (empat) th, karena kami merasa sangat tertantang untuk mendirikan pendidikan TK. Ini masukan dari banyak orang kalau ditempat ini sudah pernah ada yang mendirikan tapi katanya hanya kuat 3 – 1 minggu, namun Alhamdulillah kami bersyukur kepada Allah SWT. Karena lambat laun orang tua semangat untuk menyekolahkan anak – anaknya, yang tadinya sudah kami lengkapi yang menjadi kebutuhan sekolah saja masih sulit orang tuanya untuk sekedar memandikan dan mengantar anak-anaknya.
Pondok pesantren TIDAR trus saja berkarya dan bergerak untuk mengembangkan dan memajukan Lembaga Pendidikan sebagaimana yang tertera di akte Yayasan bergeak dibidang pendidikan maupun Ekonomi, dalam pengembangan system pendidikan (pembinaan santri-santrinya)  maupun dalam pembangunan sarana fisiknya. Perubahan dan pembaharuan yang dilakukan Pondok Pesantren TIDAR itu dimaksudkan sebagai kesiapan untuk menghadapi tantangan era globalisasi dan tuntutan zaman yang semakin maju dan modern. Untuk itu demi kelangsungan dan kemajuan  pada masa yang akan datang dalam mendidik para santri generasi penerus bangsa dibutuhkan berbagai persiapan yang lebih matang. Kami terus berbenah walaupun dengan keterbatasan fasilitas maupun pendanaan. Dengan kepengurusan Yayasan yang di notariskan kami bersama-sama berusaha untuk memajukan, mengembangkan baik dalam sarana prasarana maupun system Pendidikan (kurikulum) untuk para pengajar maupun para Santrinya, Kami punya prinsip bahwa : PENDIRI BOLEH MATI TETAPI PONDOK PESANTREN /MADRASAH TIDAK BOLEH MATI MAKA HARUS PUNYA MODAL/SEMBOYAN BONDO BAHU PIKIR LEK PERLU SAK NYAWANE PISAN.
Adapun prestasi – prestasi yang di dapatkan antara lain. Di tahun 2010
1.      Juara 2 Tilawah              golongan Remaja putra  dalam lomba MTQ tingkat kota
2.      Juara 2 Hafalan  10 \Juz  golongan Remaja Putri  dalam lomba MTQ tingkat kota
3.      Juara 3 Tilawah  10  Juz  golongan Remaja Putra dalam lomba MTQ tingkat kota
4.      Juara 3 Hafalan    5  Juz  golongan Remaja Putra dalam lomba MTQ tingkat kota
5.      Juara 3 Tilawah              golongan Remaja Putra dalam lomba MTQ tingkat kota
6.      Juara 3 Make  The Kingdom dalam lomba perkemahan Santri di PP Tidar
7.      Juara 3 CTQ                        dalam lomba perkemahan Santri di PP Tidar
Dan masih banyak perlombaan yang di ikuti
Demikian sedikit profil yang kami buat tentang Profil Pondok Pesantren TIDAR Kota Magelang dan kami masih terus mohon tambah do’a dan batuan moril maupun material sehingga bisa terwujud Lembaga Pendidikan yang berkwalitas sebagaimana yang kami cita-citakan.






MAGELANG , 20 MEI 2010

    
Pimpinan
Pondok Pesantren Tidar


  Hj.mulyati Musyarofi






معهد التربية الإسلامية الحديثة
PONDOK PESANTREN TIDAR
Alamat : Tidar Dudan Kel. Tidar Utara Kota Magelang 56125 Jawa Tengah Indonesia
Telp. (0293) 5586926, HP 0856 286 4511


       PROFIL
PONDOK PESANTREN TIDAR
TIDAR DUDAN KELURAHAN TIDAR UTARA
 KOTA MAGELANG

BAB 1.
KATA PENGANTAR

Pondok Pesantren  adalah sebuah lembaga pendidikan dan pengajaran ilmu pengetahuan khususnya pengetahuan Agama Islam yang sudah tumbuh dan berkembang di tengah-tengah tradisi bangsa Indonesia. Oleh karenanya dalam masa penjajahan, Pondok Pesantren Tidar  merupakan suatu benteng pertahanan yang memiliki peranan penting bagi perjuangan kemerdekaan bangsa. Dan hingga saat ini eksistensi Pondok Pesantren masih terus di pertahankan dan bahkan dikembangkan agar dapat meningkatkan perannya dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa dan mencetak generasi penerus pejuang yang berbudi tinggi dan berahlaqul karimah.  Kemampuan yang dimiliki Pondok Pesantren  bukan saja dalam pembinaan pribadi muslim, tapi juga  berusaha mengadakan perubahan dan perbaikan social dan masyarakat.
 
Demikian juga Pondok Pesantren Tidar ini berdiri atas cita-cita dari sang Pendiri KH. Musyarofi Zarkasyi yang diawali dengan mendirikan PMT ( Pengajian Mengaji Tidar ) di Kampung Malangan Kel. Tidar kec. Magelang Selatan Kota Magelang pada tahun 1980 M , setelah di Malangan berjalan dengan baik maka KH. Musyarofi mengembangkan sayap perjuangannya dalam menegakkan kalimah Alloh dalam dunia pendidikan adalah dengan mengajar di kampung Tidar Dudan  sebagaimana cita-cita beliau semasa nyantri di Pondok Pabelan Kabupaten Magelang, walaupun di kampung Tidar Dudan ini untuk mewujudkan cita-cita beliau tidaklah  mudah namun dengan niat dalam hati dan tekad yang sangat kuat juga dengan mempunyai 2 prinsip : pertama berani memulai yang kedua adalah mencintai pekerjaan tersebut. maka terwujudlah cita-cita beliau untuk mendirikan Pondok Pesantren Tidar. Yang dideklarasikan pada hari senin tanggal 12 Desember 1983 M 
Dari tahun ke tahun Pondok Pesantren  terus meningkatkan usahanya, terlebih lagi sangatlah memperhatikan Pendidikan Agama bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah maka dari itu sejak beberapa tahun yang lalu kami berusaha menangani pendidikan anak-anak yang membutuhkan uluran tangan kita, selain anak-anak yatim juga ada  anak-anak dzuafa’ dan anak - anak terlantar  dan Alhamdulillah sedikit banyak  telah menunjukkan hasilnya yang tersebar dimana-mana di berbagai sektor kehidupan masyarakat.




BAB II.
HALAMAN ISI

II.1. SEJARAH BERDIRINYA
Disaat-saat menjelang kemerdekaan Republik Indonesia , kurang lebih tahun 1935di Kampung Tidar Dudan ada seorang kiyai yang mempunyai karisma besar, beliau adalah seorang keturunan dari Candi Mulyo dengan nama panggilan Pak Yoso. Adapun setelah beliau belajar ilmu Agamadi Sambung (tempat belajar Agama) sehingga dia mendapat ijazah BADAL dari kyai Sambung, Kemudian beliau diberi nama K. Muhammad ‘Aloewi.
Sepulang dari Sambung (tempat mengaji), beliau mengembangkan ilmu Agamanya di kampong Tidar Dudan. Disitulah K. Muhammad ‘Aloewi mengajarkan ilmu agamanya dan membuat langgar (tempat ibadah) yang besar bisa mampu untuk menampung masyarakat yang hendak menjalankan Sholat Jum’at.
Sedikit demi sedikit masyarakat mempunyai   keinginan juga untuk belajar ilmu agama walaupun masih dengan terpaksa karena merasa takut dengan ajakan dan oltimatum dari beliau K. Muhammad ‘Aloewi. Dalam asuhan beliau lama kelamaan makin banyak yang dating dari lain kelurahan untuk belajar dengan Kyai. Sehingg Langgar menjadi penuh sesak.
Namun sayang seribu sayang K. Muhammad ‘Aloewi tidak diberi uasia panjang, kurang lebih 9 tahun beliau berkiprah dalam menegakkan kalimah Allah, beliau dipanggil Sang Ckoliq untuk menghadap-Nya . Beliau meninggalkan 1 (satu) orang Putra dan 4 (empat)orang putri. Kegiatan pengajian tersebut dilanjutkan oleh  Putranya yang bernama Mudakkir yang telah lulus dari sekolah Al-Iman yang dipimpinan oleh Al-Ustadz Saghaf.
Setelah beberapa lama mengajar akhirnya Mudakkir dinikahkan oleh ibunya atas amanah dari Alm. Sang Bapak dengan gadis dari kota yang bernama Mukhibah Putri dari KH. Ahmad Sayuthi yang bertempat di Paten Gunung kota Magelang. Akhirnya Mudakkir muda digantikan namanya oleh KH. Ahmad Sayuthi dengan nama Mochamad Zarkasyi.
Karena kaadan yang sangat kacau ditahun 1944 maka kegiatan mengaji agama di Kampung Tidar Dudan itu menjadi tidak stabil. Terlebih lagi saat perang Revolusi kemerdekaan. Maka kegiata Kerochanian ini terhenti total karena penduduk kampong mencurahkan seluruh tenaga dan fikirannya untuk merebut Kemerdekaan RI. Mulai saat itulah kegiatan mengaji inimenjadi Vacum. Moch. Zarkasyi menantu dari KH. Achmad Sayuthi itu pindah rumah menjadi satu gabung dengan keluarga di Paten Gunung .
Dari hasil pernikahan mereka berdua mendapat keturunan 2 (dua) orang putra dan 2(dua) orang putri. Dari keinginan beliau untuk tetap ada yang bisa melanjutkan ilmu agama  maka beliau memberikan pendidikan  kedua putranya itu dengan menyekolahkan  ke tempat lembaga pendidikan agama di Pondok Gontor, namun putra yang kecilnya yang bernama Musyarofi masih terlalu kecil maka dipindahkan di Pondok Pabelan yang berlokasi masih tergolong dekat dengan kota Magelang, dalam asuhan Kyai Hamam Dja’far alumni dari Pondok Modern Gontor. Sedang kakaknya yang bernama Muhtarom  sudah lulus dari SMP I kota Magelang tetap melanjutkan di Pondok Modern Gontor di tahun 1967. Setelah lulus dari PM Gontor beliau melanjutkan ke IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan akhirnya menjadi guru di Madrasah Aliyah Ngembik Magelang yang berstatus PNS DEPAG kota Magelang.
Adapun  Musyarofi setelah pulang dari tempat belajar dan pengabdian merasa terpanggil untuk berbuat dan menyadari hajat dari masyarakat khususnya umat Islam ada tercipta kader umat yang jujur dan cakap, maka di Kampung Malangan inilah dibinanya anak – anak dilingkungan rumah dan disekitarnya untuk belajar mengaji dengan diberi nama PMT (Pendidikan Mengaji Tidar) tepatnya tanggal 23 Maret 1980. Setelah berjalan 3(tiga) tahun maka ingin mengembangkan pendidikan ditempat kelahiranya yaitu di kampung Tidar Dudan karena yang berawal dari  melihat kondisi masyarakat di kampung Tidar Dudan Kelurahan Tidar Kecamatan Magelang Selatan yang masih sangat memprihatinkan karena kurangnya  dukungan  orang tua  dalam memperhatikan pendidikan anak terlebih lagi dalam pendidikan Agama Islam, maka untuk itu yang tadinya dari PMT ( Pendidikan Mengaji Tidar) dikembangkan dengan mendirikan Pondok Pesantren Tidar. Tepatnya tanggal 12 Desember 1983.
Alhamdulillah dengan keuletan dan kesabaran makin hari anak-anak makin bertambah sampai-sampai  Masuk melebihi kapasitas yang ada, maka Akhirnya Musyarofipun membutuhkan teman yang bisa untuk mendampingi perjuangannya menegakkan kalimah Allah melalui Pondok Pesantren, maka pada tanggal 10 September 1984 mempersunting gadis desa yang bernama Mulyati. Walaupun dengan keterbatasan nya dalam hal ilmu namun dia siap untuk bersama-sam berjuang Lii’lai kalimatilah  mendukung seuntuhnya dengan sepenuh jiwa dan raga, maka untuk itu terpanggilah hati kami untuk ikut serta dalam mengabdi ke masyarakat melalui Lembaga Pendidikan Islam, Mengingat pentingannya pendidikan Agama untuk anak
 Maka dengan berjalannya waktu terus berkembang dan dari satu persatu ada teman – teman yang terketuk hatinya ikut serta dalam mengajar walaupun tanpa ada ihsan  dari  kami mengingat pentingnya pendidikan agama juga ilmu pengetahuan umum untuk anak generasi penerus kita, maka dengan kemampuan yang sangat terbatas disela-sela kesibukannya mengelola tempat Usaha Mulyati minta izin ke  pada sang suami untuk mendirikan Taman Kanak-Kanak pada tanggal 1 Agustus 1990 dengan nama TK. BA Al-Kautsar. , dalam pengelolaan Sri Mulyani dan Kiptiyah dari minimnya  SDM (Sumber Daya Manusia) yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Tidar Yang berada di kampung Tidar Dudan ini maka untuk semua fasilitasnya kami penuhi dan kami bebaskan dari semua pendanaan yang penting orang tua mau menyekolahkan anak-anaknya di TK AL_Kautsar  perkembangan itu, dari hari ke hari dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun santri-sanri anak didik kami, selalu mengikuti perlombaan yang diadakan oleh Departemen Agama dan Pemerintah Kota Magelang maka prestasi-prestasi yang di dapat alhamdulillah tidak mengecewakan cukup bagus untuk ukuran lembaga Pendidikan yang sangat terbatas semua fasilitasnya, Kami juga berfikir tidak hanya untuk umat yang berada dilingkungan Kota Magelang sehingga Madrasah Diniyah “AL-KAUTSAR” tidak hanya menerima Santri lingkungan saja namun juga dari berbagai daerah dan Madrasah Diniyah “AL-KAUTSAR” adalah salah satu Lembaga Pendidikan Islam  di Kota Magelang yang  menangani pendidikan dalam bidang Agama Islam dari anak-anak yang membutuhkan uluran tangan kita, selain anak-anak yatim juga ada  anak-anak dzuafa’ dan anak  terlantar, Maka untuk itu  Madrasah Diniyah “AL_KAUTSAR“ yang didirikan oleh Hj. Mulyati Musyarofi tahun 2002 di bulan November dalam pengelolaan Al-Ustadz Bahrudin di lingkungan tanah wakaf dari kel.KH.Musyarofi Zarkasyi, sejak berdirinya + 7 tahun yang lalu hingga saat ini Madrasah  Diniyah “AL-KAUTSAR” masih terus mengadakan perbaikan secara  bertahap, baik dalam pengembangan system pendidikan (pembinaan santri-santrinya)  maupun dalam pembangunan sarana fisiknya. Perubahan dan pembaharuan yang dilakukan Madrasah Diniyah itu dimaksudkan sebagai kesiapan untuk menghadapi tantangan era globalisasi dan tuntutan zaman yang semakin maju dan modern. Untuk itu demi kelangsungan dan kemajuan Madrasah pada masa yang akan datang dalam mendidik para santri generasi penerus bangsa dibutuhkan berbagai persiapan yang lebih matang. Kami terus berbenah walaupun dengan keterbatasan fasilitas maupun pendanaan. Dengan kepengurusan Yayasan yang di notariskan kami bersama-sama berusaha untuk memajukan, mengembangkan baik dalam sarana prasarana maupun system Pendidikan (kurikulum) untuk para pengajar maupun para Santrinya, Kami punya prinsip bahwa : PENDIRI BOLEH MATI TETAPI PONDOK PESANTREN /MADRASAH TIDAK BOLEH MATI MAKA HARUS PUNYA MODAL/SEMBOYAN BONDO BAHU PIKIR LEK PERLU SAK NYAWANE PISAN.
Adapun prestasi – prestasi yang di dapatkan antara lain. Di tahun 2010
1.      Juara 2 Tilawah              golongan Remaja putra  dalam lomba MTQ tingkat kota
2.      Juara 2 Hafalan  10 \Juz  golongan Remaja Putri  dalam lomba MTQ tingkat kota
3.      Juara 3 Tilawah  10  Juz  golongan Remaja Putra dalam lomba MTQ tingkat kota
4.      Juara 3 Hafalan    5  Juz  golongan Remaja Putra dalam lomba MTQ tingkat kota
5.      Juara 3 Tilawah              golongan Remaja Putra dalam lomba MTQ tingkat kota
6.      Juara 3 Make  The Kingdom dalam lomba perkemahan Santri di PP Tidar
7.      Juara 3 CTQ                        dalam lomba perkemahan Santri di PP Tidar
Dan masih banyak perlombaan yang di ikuti
Demikian sedikit profil yang kami buat tentang Madrasah Diniyah “AL-KAUTSAR” Kota Magelang dan kami masih terus mohon tambah do’a dan batuan moril maupun material sehingga bias terwujud Lembaga Pendidikan yang kami cita-citakan.
MAGELANG , 20 MEI 2010

     Pimpinan
Pondok Pesantren Tidar


  Hj.mulyati Musyarofi
Ma Malang, 20 Mei 2010

Penan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar