معهد التربية الإسلامية الحديثة
PONDOK PESANTREN
TIDAR
Alamat : Tidar Dudan Kel. Tidar Utara Kota Magelang 56125 Jawa Tengah Indonesia
Telp. (0293) 5586926, HP
0856 286 4511
PROFIL
PONDOK
PESANTREN TIDAR
TIDAR
DUDAN KELURAHAN TIDAR UTARA
KOTA MAGELANG
BAB
1.
KATA
PENGANTAR
Pondok Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan dan pengajaran ilmu
pengetahuan khususnya pengetahuan Agama Islam yang sudah tumbuh dan berkembang
di tengah-tengah tradisi bangsa Indonesia. Oleh karenanya dalam masa penjajahan,
Pondok Pesantren merupakan suatu benteng
pertahanan yang memiliki peranan penting bagi perjuangan kemerdekaan bangsa.
Dan hingga saat ini eksistensi Pondok Pesantren masih terus di
pertahankan dan bahkan dikembangkan agar dapat meningkatkan perannya dalam usaha
mencerdaskan kehidupan bangsa dan mencetak generasi penerus pejuang yang
berbudi tinggi dan berahlaqul karimah. Kemampuan yang dimiliki Pondok Pesantren bukan saja dalam pembinaan pribadi muslim,
tapi juga berusaha mengadakan perubahan
dan perbaikan social dan masyarakat.
Demikian juga Pondok Pesantren Tidar ini
berdiri atas cita-cita dari sang Pendiri KH. Musyarofi Zarkasyi yang diawali dengan
mendirikan PMT ( Pengajian Mengaji Tidar ) di Kampung Malangan Kel. Tidar kec.
Magelang Selatan Kota Magelang pada tahun 1980 M , setelah di Malangan berjalan
dengan baik maka KH. Musyarofi mengembangkan sayap perjuangannya menegakkan kalimah Alloh dalam dunia
pendidikan adalah dengan mengajar di kampung Tidar Dudan sebagaimana cita-cita beliau semasa nyantri
di Pondok Pabelan Kabupaten Magelang, walaupun di kampung Tidar Dudan ini untuk
mewujudkan cita-cita beliau tidaklah
mudah namun dengan niat dalam hati dan tekad yang sangat kuat juga
dengan mempunyai 2 prinsip : pertama berani memulai yang kedua adalah mencintai
pekerjaan tersebut. maka terwujudlah cita-cita beliau untuk mendirikan Pondok Pesantren
Tidar. Yang dideklarasikan pada hari senin tanggal 12 Desember 1983 M
Dari tahun ke tahun Pondok Pesantren terus meningkatkan usahanya, terlebih lagi sangatlah memperhatikan
Pendidikan Agama bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah maka dari itu sejak beberapa
tahun yang lalu kami berusaha menangani pendidikan anak-anak yang menjadi lahan beramal bagi kita, selain
anak-anak yatim juga ada anak-anak
dzuafa’ dan anak -
anak
terlantar dan Alhamdulillah sedikit banyak telah menunjukkan hasilnya yang tersebar
dimana-mana di berbagai sektor kehidupan masyarakat.
BAB
II.
HALAMAN ISI
II.1. SEJARAH
BERDIRINYA
Disaat-saat menjelang kemerdekaan Republik Indonesia , kurang lebih
tahun 1935 di Kampung Tidar Dudan ada seorang kiyai yang mempunyai karisma
besar, beliau adalah seorang keturunan dari Candi Mulyo dengan nama panggilan
Pak Yoso. Adapun setelah beliau belajar ilmu Agama di Sambung (tempat belajar
Agama) sehingga dia mendapat ijazah BADAL dari kyai Sambung, Kemudian beliau diberi
nama K. Muhammad ‘Aloewi.
Sepulang dari Sambung (tempat mengaji), beliau mengembangkan
ilmu Agamanya di kampung Tidar Dudan. Disitulah K. Muhammad ‘Aloewi mengajarkan
ilmu agamanya dan membuat langgar (tempat ibadah) yang besar bisa mampu untuk
menampung masyarakat yang hendak menjalankan Sholat Jum’at.
Sedikit demi sedikit masyarakat mempunyai keinginan juga untuk belajar ilmu agama
walaupun masih dengan terpaksa karena merasa takut dengan ajakan dan oltimatum
dari beliau K. Muhammad ‘Aloewi. Dalam asuhan beliau lama kelamaan makin banyak
yang datang dari lain kelurahan untuk belajar dengan Kyai. Sehingga Langgar
menjadi penuh sesak.
Namun sayang seribu sayang K. Muhammad ‘Aloewi tidak diberi
usia panjang, kurang lebih 9 tahun beliau berkiprah dalam menegakkan kalimah
Allah, beliau dipanggil Sang Ckoliq untuk menghadap-Nya . Beliau meninggalkan 1
(satu) orang Putra dan 4 (empat)orang putri. Kegiatan pengajian tersebut
dilanjutkan oleh Putranya yang bernama
Mudakkir yang telah lulus dari sekolah Al-Iman yang dipimpinan oleh Al-Ustadz
Saghaf.
Setelah beberapa lama mengajar akhirnya Mudakkir dinikahkan
oleh ibunya atas amanah dari Alm. Sang Bapak dengan gadis dari kota, yang
bernama Mukhibah Putri dari KH. Ahmad Sayuthi yang bertempat di Paten Gunung kota
Magelang. Akhirnya Mudakkir muda digantikan namanya oleh KH. Ahmad Sayuthi
dengan nama Mochamad Zarkasyi.
Karena keadaan yang sangat kacau ditahun 1944 maka kegiatan
mengaji agama di Kampung Tidar Dudan itu menjadi tidak stabil. Terlebih lagi
saat perang Revolusi kemerdekaan. Maka kegiatan Kerochanian ini terhenti total
karena penduduk kampung mencurahkan seluruh tenaga dan fikirannya untuk merebut
Kemerdekaan RI. Mulai saat itulah kegiatan mengaji ini menjadi Vacum. Moch.
Zarkasyi menantu dari KH. Achmad Sayuthi itu pindah rumah menjadi satu gabung
dengan keluarga di Paten Gunung .
Dari hasil pernikahan beliau berdua mendapat keturunan 2
(dua) orang putra dan 2(dua) orang putri. Dari keinginan beliau untuk tetap ada
yang bisa melanjutkan ilmu agama maka
beliau memberikan pendidikan kedua
putranya itu dengan menyekolahkan ke
tempat lembaga pendidikan agama di Pondok Gontor, namun putra yang kecilnya
yang bernama Musyarofi masih terlalu kecil maka dipindahkan di Pondok Pabelan
yang berlokasi masih tergolong dekat dengan kota Magelang, dalam asuhan Kyai
Hamam Dja’far alumni dari Pondok Modern Gontor. Sedang kakaknya yang bernama
Muhtarom sudah lulus dari SMP I kota
Magelang tetap melanjutkan di Pondok Modern Gontor di tahun 1967. Setelah lulus
dari PM Gontor beliau melanjutkan ke IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan
akhirnya menjadi guru di Madrasah Aliyah Ngembik Magelang yang berstatus PNS
DEPAG kota Magelang.
Adapun Musyarofi
setelah pulang dari tempat belajar dan pengabdian merasa terpanggil untuk
berbuat dan menyadari hajat dari masyarakat khususnya umat Islam ada tercipta
kader umat yang jujur dan cakap, maka di Kampung Malangan inilah dibinanya anak
– anak dilingkungan rumah dan disekitarnya untuk belajar mengaji dengan diberi
nama PMT (Pendidikan Mengaji Tidar) tepatnya tanggal 23 Maret 1980. Setelah
berjalan 3(tiga) tahun maka ingin mengembangkan pendidikan ditempat kelahiranya
yaitu di kampung Tidar Dudan karena yang berawal dari melihat kondisi masyarakat di kampung Tidar
Dudan Kelurahan Tidar Kecamatan Magelang Selatan yang
masih sangat memprihatinkan karena kurangnya
dukungan orang tua dalam memperhatikan pendidikan anak terlebih
lagi dalam pendidikan Agama Islam, maka untuk itu yang tadinya dari PMT (
Pendidikan Mengaji Tidar) dikembangkan dengan mendirikan Pondok Pesantren Tidar.
Tepatnya tanggal 12 Desember 1983.
Alhamdulillah dengan keuletan dan kesabaran makin hari
anak-anak makin bertambah sampai-sampai Masuk melebihi kapasitas yang ada, maka Akhirnya Musyarofipun
membutuhkan teman yang bisa untuk mendampingi perjuangannya menegakkan kalimah
Allah melalui Pondok Pesantren, maka pada tanggal 10 September 1984
mempersunting gadis desa yang bernama Mulyati. Walaupun dengan keterbatasan nya
dalam hal ilmu namun dia siap untuk bersama-sam berjuang Lii’lai
kalimatilah mendukung seuntuhnya dengan
sepenuh jiwa dan raga, maka untuk itu terpanggilah hati kami untuk ikut serta
dalam mengabdi ke masyarakat melalui Lembaga Pendidikan Islam, Mengingat
pentingannya pendidikan Agama untuk anak
Maka dengan
berjalannya waktu terus
berkembang dan dari satu persatu ada teman – teman yang terketuk hatinya ikut
serta dalam mengajar walaupun tanpa ada ihsan dari kami mengingat pentingnya
pendidikan agama untuk anak tersebut diatas maka dengan kemampuan yang sangat
terbatas disela-sela kesibukannya mengelola tempat Usaha Mulyati minta izin
ke pada sang suami untuk mendirikan
Taman Kanak-Kanak, pada tanggal 1 Agustus 1990 maka Terwujudlah impian dan cita
– cita dari Hj. Mulyati berdirinya sebuah lembaga pendidikan Taman Kanak –
Kanak dengan nama TK. BA Al-Kautsar, walaupun dengan modal yang sangat minim
kami memberanikan diri untuk memberikan pembiayaan gratis kepada siswa baik
dari iuran SPP maupun seragam dan dana –dana yang lain selama 4 (empat) th,
karena kami merasa sangat tertantang untuk mendirikan pendidikan TK. Ini
masukan dari banyak orang kalau ditempat ini sudah pernah ada yang mendirikan
tapi katanya hanya kuat 3 – 1 minggu, namun Alhamdulillah kami bersyukur kepada
Allah SWT. Karena lambat laun orang tua semangat untuk menyekolahkan anak –
anaknya, yang tadinya sudah kami lengkapi yang menjadi kebutuhan sekolah saja
masih sulit orang tuanya untuk sekedar memandikan dan mengantar anak-anaknya.
Pondok pesantren TIDAR trus saja berkarya dan bergerak
untuk mengembangkan dan memajukan Lembaga Pendidikan sebagaimana yang tertera
di akte Yayasan bergeak dibidang pendidikan maupun Ekonomi, dalam pengembangan system pendidikan (pembinaan
santri-santrinya) maupun dalam
pembangunan sarana fisiknya. Perubahan
dan pembaharuan yang dilakukan Pondok Pesantren TIDAR itu dimaksudkan sebagai kesiapan untuk menghadapi tantangan
era globalisasi dan tuntutan zaman yang semakin maju dan modern. Untuk itu demi
kelangsungan dan kemajuan pada masa yang akan datang dalam
mendidik para santri generasi penerus bangsa dibutuhkan berbagai persiapan yang lebih matang. Kami terus
berbenah walaupun dengan keterbatasan fasilitas maupun pendanaan. Dengan
kepengurusan Yayasan yang di notariskan kami bersama-sama berusaha untuk
memajukan, mengembangkan baik dalam sarana prasarana maupun system Pendidikan
(kurikulum) untuk para pengajar maupun para Santrinya, Kami punya prinsip bahwa
: PENDIRI BOLEH MATI TETAPI PONDOK PESANTREN /MADRASAH TIDAK BOLEH MATI
MAKA HARUS PUNYA MODAL/SEMBOYAN BONDO BAHU PIKIR LEK PERLU SAK NYAWANE PISAN.
Adapun prestasi – prestasi yang di dapatkan antara lain. Di
tahun 2010
1.
Juara 2 Tilawah
golongan Remaja putra dalam lomba MTQ tingkat kota
2.
Juara 2 Hafalan 10
\Juz golongan Remaja Putri dalam lomba MTQ tingkat kota
3.
Juara 3 Tilawah
10 Juz golongan Remaja Putra dalam lomba MTQ tingkat
kota
4.
Juara 3 Hafalan
5 Juz golongan Remaja Putra dalam lomba MTQ tingkat
kota
5.
Juara 3 Tilawah
golongan Remaja Putra dalam lomba MTQ tingkat kota
6.
Juara 3 Make The
Kingdom dalam lomba perkemahan Santri di PP Tidar
7.
Juara 3 CTQ dalam lomba perkemahan
Santri di PP Tidar
Dan masih banyak perlombaan yang di ikuti
Demikian sedikit profil yang kami buat tentang Profil
Pondok Pesantren TIDAR Kota Magelang dan kami masih terus mohon tambah do’a dan
batuan moril maupun material sehingga bisa terwujud Lembaga Pendidikan yang berkwalitas
sebagaimana yang kami cita-citakan.
MAGELANG , 20 MEI 2010
Pimpinan
Pondok Pesantren Tidar
Hj.mulyati
Musyarofi
معهد التربية الإسلامية الحديثة
PONDOK PESANTREN
TIDAR
Alamat : Tidar Dudan Kel. Tidar Utara Kota Magelang 56125 Jawa Tengah Indonesia
Telp. (0293) 5586926, HP
0856 286 4511
PROFIL
PONDOK
PESANTREN TIDAR
TIDAR
DUDAN KELURAHAN TIDAR UTARA
KOTA MAGELANG
BAB
1.
KATA
PENGANTAR
Pondok Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan dan pengajaran ilmu
pengetahuan khususnya pengetahuan Agama Islam yang sudah tumbuh dan berkembang
di tengah-tengah tradisi bangsa Indonesia. Oleh karenanya dalam masa penjajahan,
Pondok Pesantren Tidar merupakan suatu benteng pertahanan
yang memiliki peranan penting bagi perjuangan kemerdekaan bangsa. Dan hingga
saat ini eksistensi Pondok Pesantren masih terus di pertahankan dan bahkan dikembangkan
agar dapat meningkatkan perannya dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa dan
mencetak generasi penerus pejuang yang berbudi tinggi dan berahlaqul karimah. Kemampuan yang dimiliki Pondok Pesantren bukan saja dalam pembinaan pribadi muslim,
tapi juga berusaha mengadakan perubahan
dan perbaikan social dan masyarakat.
Demikian juga Pondok Pesantren Tidar ini
berdiri atas cita-cita dari sang Pendiri KH. Musyarofi Zarkasyi yang diawali
dengan mendirikan PMT ( Pengajian Mengaji Tidar ) di Kampung Malangan Kel.
Tidar kec. Magelang Selatan Kota Magelang pada tahun 1980 M , setelah di Malangan
berjalan dengan baik maka KH. Musyarofi mengembangkan sayap perjuangannya dalam
menegakkan kalimah Alloh dalam dunia pendidikan adalah dengan mengajar di
kampung Tidar Dudan sebagaimana
cita-cita beliau semasa nyantri di Pondok Pabelan Kabupaten Magelang, walaupun
di kampung Tidar Dudan ini untuk mewujudkan cita-cita beliau tidaklah mudah namun dengan niat dalam hati dan tekad
yang sangat kuat juga dengan mempunyai 2 prinsip : pertama berani memulai yang
kedua adalah mencintai pekerjaan tersebut. maka terwujudlah cita-cita beliau
untuk mendirikan Pondok Pesantren Tidar. Yang dideklarasikan pada hari senin
tanggal 12 Desember 1983 M
Dari tahun ke tahun Pondok Pesantren terus meningkatkan usahanya, terlebih lagi sangatlah memperhatikan
Pendidikan Agama bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah maka dari itu sejak beberapa
tahun yang lalu kami berusaha menangani pendidikan anak-anak yang membutuhkan
uluran tangan kita, selain anak-anak yatim juga ada anak-anak dzuafa’ dan anak - anak terlantar dan Alhamdulillah sedikit banyak telah menunjukkan hasilnya yang tersebar
dimana-mana di berbagai sektor kehidupan masyarakat.
BAB
II.
HALAMAN ISI
II.1. SEJARAH
BERDIRINYA
Disaat-saat menjelang kemerdekaan Republik Indonesia , kurang lebih
tahun 1935di Kampung Tidar Dudan ada seorang kiyai yang mempunyai karisma
besar, beliau adalah seorang keturunan dari Candi Mulyo dengan nama panggilan
Pak Yoso. Adapun setelah beliau belajar ilmu Agamadi Sambung (tempat belajar
Agama) sehingga dia mendapat ijazah BADAL dari kyai Sambung, Kemudian beliau
diberi nama K. Muhammad ‘Aloewi.
Sepulang dari Sambung (tempat mengaji), beliau
mengembangkan ilmu Agamanya di kampong Tidar Dudan. Disitulah K. Muhammad
‘Aloewi mengajarkan ilmu agamanya dan membuat langgar (tempat ibadah) yang
besar bisa mampu untuk menampung masyarakat yang hendak menjalankan Sholat
Jum’at.
Sedikit demi sedikit masyarakat mempunyai keinginan juga untuk belajar ilmu agama
walaupun masih dengan terpaksa karena merasa takut dengan ajakan dan oltimatum
dari beliau K. Muhammad ‘Aloewi. Dalam asuhan beliau lama kelamaan makin banyak
yang dating dari lain kelurahan untuk belajar dengan Kyai. Sehingg Langgar
menjadi penuh sesak.
Namun sayang seribu sayang K. Muhammad ‘Aloewi tidak diberi
uasia panjang, kurang lebih 9 tahun beliau berkiprah dalam menegakkan kalimah
Allah, beliau dipanggil Sang Ckoliq untuk menghadap-Nya . Beliau meninggalkan 1
(satu) orang Putra dan 4 (empat)orang putri. Kegiatan pengajian tersebut
dilanjutkan oleh Putranya yang bernama
Mudakkir yang telah lulus dari sekolah Al-Iman yang dipimpinan oleh Al-Ustadz
Saghaf.
Setelah beberapa lama mengajar akhirnya Mudakkir dinikahkan
oleh ibunya atas amanah dari Alm. Sang Bapak dengan gadis dari kota yang
bernama Mukhibah Putri dari KH. Ahmad Sayuthi yang bertempat di Paten Gunung
kota Magelang. Akhirnya Mudakkir muda digantikan namanya oleh KH. Ahmad Sayuthi
dengan nama Mochamad Zarkasyi.
Karena kaadan yang sangat kacau ditahun 1944 maka kegiatan
mengaji agama di Kampung Tidar Dudan itu menjadi tidak stabil. Terlebih lagi
saat perang Revolusi kemerdekaan. Maka kegiata Kerochanian ini terhenti total
karena penduduk kampong mencurahkan seluruh tenaga dan fikirannya untuk merebut
Kemerdekaan RI. Mulai saat itulah kegiatan mengaji inimenjadi Vacum. Moch.
Zarkasyi menantu dari KH. Achmad Sayuthi itu pindah rumah menjadi satu gabung
dengan keluarga di Paten Gunung .
Dari hasil pernikahan mereka berdua mendapat keturunan 2
(dua) orang putra dan 2(dua) orang putri. Dari keinginan beliau untuk tetap ada
yang bisa melanjutkan ilmu agama maka
beliau memberikan pendidikan kedua
putranya itu dengan menyekolahkan ke
tempat lembaga pendidikan agama di Pondok Gontor, namun putra yang kecilnya
yang bernama Musyarofi masih terlalu kecil maka dipindahkan di Pondok Pabelan
yang berlokasi masih tergolong dekat dengan kota Magelang, dalam asuhan Kyai
Hamam Dja’far alumni dari Pondok Modern Gontor. Sedang kakaknya yang bernama Muhtarom sudah lulus dari SMP I kota Magelang tetap
melanjutkan di Pondok Modern Gontor di tahun 1967. Setelah lulus dari PM Gontor
beliau melanjutkan ke IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan akhirnya menjadi guru
di Madrasah Aliyah Ngembik Magelang yang berstatus PNS DEPAG kota Magelang.
Adapun Musyarofi
setelah pulang dari tempat belajar dan pengabdian merasa terpanggil untuk
berbuat dan menyadari hajat dari masyarakat khususnya umat Islam ada tercipta
kader umat yang jujur dan cakap, maka di Kampung Malangan inilah dibinanya anak
– anak dilingkungan rumah dan disekitarnya untuk belajar mengaji dengan diberi
nama PMT (Pendidikan Mengaji Tidar) tepatnya tanggal 23 Maret 1980. Setelah
berjalan 3(tiga) tahun maka ingin mengembangkan pendidikan ditempat kelahiranya
yaitu di kampung Tidar Dudan karena yang berawal dari melihat kondisi masyarakat di kampung Tidar
Dudan Kelurahan Tidar Kecamatan Magelang Selatan yang
masih sangat memprihatinkan karena kurangnya
dukungan orang tua dalam memperhatikan pendidikan anak terlebih
lagi dalam pendidikan Agama Islam, maka untuk itu yang tadinya dari PMT (
Pendidikan Mengaji Tidar) dikembangkan dengan mendirikan Pondok Pesantren
Tidar. Tepatnya tanggal 12 Desember 1983.
Alhamdulillah dengan keuletan dan kesabaran makin hari anak-anak
makin bertambah sampai-sampai Masuk melebihi kapasitas yang ada, maka Akhirnya Musyarofipun
membutuhkan teman yang bisa untuk mendampingi perjuangannya menegakkan kalimah
Allah melalui Pondok Pesantren, maka pada tanggal 10 September 1984 mempersunting
gadis desa yang bernama Mulyati. Walaupun dengan keterbatasan nya dalam hal
ilmu namun dia siap untuk bersama-sam berjuang Lii’lai kalimatilah mendukung seuntuhnya dengan sepenuh jiwa dan
raga, maka untuk itu terpanggilah hati kami untuk ikut serta dalam mengabdi ke
masyarakat melalui Lembaga Pendidikan Islam, Mengingat pentingannya pendidikan
Agama untuk anak
Maka dengan
berjalannya waktu terus
berkembang dan dari satu persatu ada teman – teman yang terketuk hatinya ikut
serta dalam mengajar walaupun tanpa ada ihsan dari kami mengingat pentingnya
pendidikan agama juga ilmu pengetahuan umum untuk anak generasi penerus kita, maka
dengan kemampuan yang sangat terbatas disela-sela kesibukannya mengelola tempat
Usaha Mulyati minta izin ke pada sang suami
untuk mendirikan Taman Kanak-Kanak pada tanggal 1 Agustus 1990 dengan nama TK.
BA Al-Kautsar. , dalam pengelolaan Sri Mulyani dan
Kiptiyah dari minimnya
SDM (Sumber Daya Manusia) yang berada di lingkungan Pondok Pesantren
Tidar Yang berada di kampung Tidar Dudan ini maka untuk semua fasilitasnya kami
penuhi dan kami bebaskan dari semua pendanaan yang penting orang tua mau
menyekolahkan anak-anaknya di TK AL_Kautsar
perkembangan itu,
dari hari ke hari dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun santri-sanri anak
didik kami, selalu mengikuti perlombaan yang diadakan oleh Departemen Agama dan
Pemerintah Kota Magelang maka prestasi-prestasi yang di dapat alhamdulillah
tidak mengecewakan cukup bagus untuk ukuran lembaga Pendidikan yang sangat
terbatas semua fasilitasnya, Kami juga berfikir tidak hanya untuk umat yang
berada dilingkungan Kota Magelang sehingga Madrasah Diniyah “AL-KAUTSAR” tidak
hanya menerima Santri lingkungan saja namun juga dari berbagai daerah dan
Madrasah Diniyah “AL-KAUTSAR” adalah salah satu Lembaga Pendidikan Islam di Kota Magelang yang menangani pendidikan dalam bidang Agama Islam
dari anak-anak yang membutuhkan uluran tangan kita, selain anak-anak yatim juga
ada anak-anak dzuafa’ dan anak terlantar, Maka untuk itu Madrasah Diniyah “AL_KAUTSAR“ yang didirikan
oleh Hj. Mulyati Musyarofi tahun 2002 di bulan November dalam pengelolaan
Al-Ustadz Bahrudin di lingkungan tanah wakaf dari kel.KH.Musyarofi Zarkasyi,
sejak berdirinya + 7 tahun yang lalu hingga saat ini Madrasah Diniyah “AL-KAUTSAR” masih terus mengadakan
perbaikan secara bertahap, baik dalam
pengembangan system pendidikan (pembinaan santri-santrinya) maupun dalam pembangunan sarana fisiknya. Perubahan dan pembaharuan yang dilakukan Madrasah Diniyah itu dimaksudkan sebagai kesiapan untuk
menghadapi tantangan era globalisasi dan tuntutan zaman yang semakin maju dan
modern. Untuk itu demi kelangsungan dan kemajuan Madrasah pada
masa yang akan datang dalam mendidik para santri generasi penerus bangsa dibutuhkan berbagai persiapan yang lebih matang. Kami terus
berbenah walaupun dengan keterbatasan fasilitas maupun pendanaan. Dengan
kepengurusan Yayasan yang di notariskan kami bersama-sama berusaha untuk
memajukan, mengembangkan baik dalam sarana prasarana maupun system Pendidikan
(kurikulum) untuk para pengajar maupun para Santrinya, Kami punya prinsip bahwa
: PENDIRI BOLEH MATI TETAPI PONDOK PESANTREN /MADRASAH TIDAK BOLEH MATI
MAKA HARUS PUNYA MODAL/SEMBOYAN BONDO BAHU PIKIR LEK PERLU SAK NYAWANE PISAN.
Adapun prestasi – prestasi yang di dapatkan antara lain. Di
tahun 2010
1.
Juara 2 Tilawah
golongan Remaja putra dalam lomba
MTQ tingkat kota
2.
Juara 2 Hafalan 10
\Juz golongan Remaja Putri dalam lomba MTQ tingkat kota
3.
Juara 3 Tilawah
10 Juz golongan Remaja Putra dalam lomba MTQ tingkat
kota
4.
Juara 3 Hafalan
5 Juz golongan Remaja Putra dalam lomba MTQ tingkat
kota
5.
Juara 3 Tilawah
golongan Remaja Putra dalam lomba MTQ tingkat kota
6.
Juara 3 Make The
Kingdom dalam lomba perkemahan Santri di PP Tidar
7.
Juara 3 CTQ dalam lomba perkemahan
Santri di PP Tidar
Dan masih banyak perlombaan yang di ikuti
Demikian sedikit profil yang kami buat tentang Madrasah
Diniyah “AL-KAUTSAR” Kota Magelang dan kami masih terus mohon tambah do’a dan
batuan moril maupun material sehingga bias terwujud Lembaga Pendidikan yang
kami cita-citakan.
MAGELANG , 20 MEI 2010
Pimpinan
Pondok Pesantren Tidar
Hj.mulyati
Musyarofi
Ma Malang, 20 Mei 2010
Penan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar